Saturday, 2 April 2016

Sejarah Internet

Assalammualaikum Wr.Wb
Hai...
Saya akan membahas tentang Sejarah Internet, dan kejadian penting di proses Internet. yuk kita langsung ke pembahasan.

SEJARAH INTERNET
Internet merupakan jaringan komputer yang dibentuk oleh Departemen Pertahanan Amerika Serikat pada tahun 1969, melalui proyek lembaga ARPA yang mengembangkan jaringan yang dinamakan ARPANET (Advanced Research Project Agency Network), di mana mereka mendemonstrasikan bagaimana dengan hardware dan software komputer yang berbasis UNIX.
Tujuan awal dibangunnya proyek itu adalah untuk keperluan militer. Pada saat itu Departemen Pertahanan Amerika Serikat (US Department of Defense) membuat sistem jaringan komputer yang tersebar dengan menghubungkan komputer di daerah-daerah vital untuk mengatasi masalah bila terjadi serangan nuklir dan untuk menghindari terjadinya informasi terpusat, yang apabila terjadi perang dapat mudah dihancurkan.

Pada mulanya ARPANET hanya menghubungkan 4 situs saja yaitu Stanford Research Institute, University of California, Santa Barbara, University of Utah, di mana mereka membentuk satu jaringan terpadu pada tahun 1969, dan secara umum ARPANET diperkenalkan pada bulan Oktober 1972. Tidak lama kemudian proyek ini berkembang pesat di seluruh daerah, dan semua universitas di negara tersebut ingin bergabung, sehingga membuat ARPANET kesulitan untuk mengaturnya. Oleh sebab itu ARPANET dipecah manjadi dua, yaitu "MILNET" untuk keperluan militer dan "ARPANET" baru yang lebih kecil untuk keperluan non-militer seperti, universitas-universitas. Gabungan kedua jaringan akhirnya dikenal dengan nama DARPA Internet, yang kemudian disederhanakan menjadi Internet.

Sebelum Internet muncul, telah ada beberapa sistem komunikasi yang berbasis digital, salah satunya adalah sistem telegraf yang seringkali dianggap sebagai pendahulu Internet. Sistem ini muncul pada abad ke-19, atau lebih dari seratus tahun sebelum internet digunakan secara meluas di tahun 1990-an. Teknologi telegraf sendiri berasal dari konsep yang ada bahkan sebelum komputer moderen pertama diciptakan, yaitu konsep pengiriman data melalui media elektromagnetik seperti radio atau kabel. Namun teknologi ini masih terbatas karena hanya mampu menghubungkan maksimal dua perangkat.
Di era selanjutnya, ilmuwan seperti Claude Shannon, Harry Nyquist, dan Ralph Hartley, mengembangkan teori transmisi data dan informasi, yang menjadi dasar bagi banyak teori di bidang ini. Perkembangan terjadi antara lain dalam bentuk jangkauan yang lebih luas dan kecepatan yang meningkat. Namun kesulitan masih terjadi karena hubungan antara dua alat komunikasi tersebut harus terjadi secara fisik, misalnya melalui kabel. Sistem seperti ini tentu tidak aman karena dapat dengan mudah diputus khususnya saat terjadi perang.

Simbiosis Komputer -  manusia
Pada tahun 1960, J. C. R. Licklider memperkenalkan istilah "Man-Computer Symbiosis" (Simbiosis Komputer-Manusia) dalam karya ilmiahnya. Istilah tersebut ia definisikan sebagai "jaringan komputer yang terkoneksi satu sama lain melalui pita komunikasi lebar yang berfungsi sebagai perpustakaan, dilengkapi dengan teknologi penyimpanan dan pencarian informasi." Lickdiler bersama seorang ilmuwan lain bernama Welden Clark juga menerbitkan karya lainnya berjudul "On-Line Man-Computer Communication" (Komunikasi Manusia-Mesin Dalam-Jaringan). Dalam karya tersebut, ia menjelaskan tentang bagaimana kehidupan manusia berubah dengan adanya jaringan komputer yang saling terhubung.

Dua tahun kemudian, Licklider mendapatkan tawaran dari Jack Runia untuk bekerja sebagai direktur Information Processing Techniques Office (IPTO), sebuah divisi baru di dalam DARPA. Tujuan dari tim ini adalah untuk membuat jaringan yang menghubungkan tiga komputer utama Departemen Pertahanan Amerika Serikat di Pegunungan Cheyenne, Pentagon, dan SAC HQ. Ia menyetujuinya dan segera membentuk tim yang ia sebut sebagai "Members and Affiliates of the Intergalactic Computer Network"("Anggota dan Afiliasi Jaringan Komputer Antargalaksi").
Meski akhirnya Licklider keluar dari IPTO pada tahun 1964, visi tentang jaringan universal yang diajukan olehnya berujung pada terciptanya ARPANET lima tahun kemudian, di tahun 1969. Pada tahun 1973 Licklider kembali memimpin selama dua tahun.
         
Paket Switching

Masalah yang muncul pada perkembangan selanjutnya adalah tentang bagaimana menyatukan jaringan fisik yang terpisah menjadi satu jaringan logis. Pada tahun 1960, Paul Baran menerbitkan sebuah penelitian mengenai sistem jaringan untuk militer Amerika Serikat. Sistem ini dirancang untuk dapat bertahan seandainya terjadi perang nuklir. Dengan sistem ini, informasi yang melintas dibagi-bagi dalam bentuk yang lebih kecil, yang disebut sebagai message-block (blok pesan).
Di tempat lain, Donal Davies juga mengembangkan teknologi jaringan yang hampir mirip. Teknologi ini berbasis sebuah sistem yang ia beri nama packet-switching, dengan berbagai kelebihan dibandingkan teknik-teknik sebelumnya, antara lain memiliki utilisasi pita jaringan yang lebih baik dan waktu respon yang lebih cepat dibandingkan sirkuit tradisional. Teori matematis untuk teknologi ini kemudian dikembangkan oleh Leonard Kleinrock dari MIT.
Riset lanjutan kemudian dilakukan oleh Tommy Krash dan Paul Baran. Didanai oleh militer Amerika Serikat, mereka berusaha memanfaatkan sistem message-block yang ditemukan sebelumnya untuk memecahkan masalah kerentanan struktur pada teknologi sistem jaringan yang ada. Kerentanan ini terjadi akibat struktur routing yang terpusat, sehingga bila rusak seluruh sistem akan ikut terganggu karenanya. Message-block memberikan alternatif karena memungkinkan redundansi jaringan.

Daftar Kejadian Penting
Tahun
Kejadian Penting
1957
Uni Soviet (sekarang Rusia) meluncurkan wahana luar angkasa, Sputnik.
1958
Sebagai buntut dari "kekalahan" Amerika Serikat dalammeluncurkan wahana luar angkasa, dibentuklah sebuah badan di dalam Departemen Pertahanan Amerika Serikat, Advanced Research Projects Agency (ARPA), yang bertujuan agar Amerika Serikat mampu meningkatkan ilmu pengetahuan dan teknologi negara tersebut. Salah satu sasarannya adalah teknologi komputer.
Awal 1960-an
Teori mengenai packet-switching dapat diimplementasikan dalam dunia nyata.
Pertengahan 1960-an
ARPA mengembangkan ARPANET untuk mempromosikan "Cooperative Networking of Time-sharing Computers", dengan hanya empat buahhost komputer yang dapat dihubungkan hingga tahun 1969, yakni Stanford Research Institute,University of California, Los Angeles, University of California, Santa Barbara, dan University of Utah.
1962
J.C.R. Licklidermenulis sebuah tulisan mengenai sebuah visi di mana komputer-komputer dapat saling dihubungkan antara satu dengan lainnya secara global agar setiap komputer tersebut mampu menawarkan akses terhadap program dan jugadata. Pada tahun ini juga RAND Corporationmemulai riset terhadap ide ini (jaringan komputer terdistribusi), yang ditujukan untuk tujuan militer.
1969
Istilah "Hypertext" dikeluarkan oleh Ted Nelson.
1968
Jaringan Tymnet dibuat.
1971
Anggota jaringan ARPANET bertambah menjadi 23 buah nodekomputer, yang terdiri atas komputer-komputer untuk riset milik pemerintah Amerika Serikat dan universitas.
1972
Sebuah kelompok kerja yang disebut denganInternational Network Working Group(INWG) dibuat untuk meningkatkan teknologi jaringan komputer dan juga membuat standar-standar untuk jaringan komputer, termasuk di antaranya adalah Internet. Pembicara pertama dari organisasi ini adalah Vint Cerf, yang kemudian disebut sebagai "Bapak Internet"
1972-1974
Beberapa layanan basis data komersial seperti Dialog, SDC Orbit,Lexis, The New York Times DataBank, dan lainnya, mendaftarkan   dirinya ke ARPANET melalui jaringan dial-up
1973
ARPANET ke luar Amerika Serikat: pada tahun ini, anggota ARPANETbertambah lagi dengan masuknya beberapa universitas di luar Amerika Serikat yakni University College of London dariInggris dan Royal Radar Establishment di Norwegia.
1974
Vint Cerf dan Bob Kahn mempublikasikan spesifikasi detail protokol Transmission Control Protocol (TCP) dalam artikel "A Protocol for Packet Network Interconnection".
1974
Bolt, Beranet & Newman (BBN), pontraktor untuk ARPANET, membuka sebuah versi komersial dari ARPANET yang mereka sebut sebagai Telenet, yang merupakan layanan paket data publik pertama.
1977
Sudah ada 111 buah komputer yang telah terhubung ke ARPANET.
1978
Protokol TCP dipecah menjadi dua bagian, yakniTransmission Control Protocol dan Internet Protocol (TCP/IP)
1979
Grup diskusi Usenet pertama dibuat oleh Tom Truscott, Jim Ellis dan Steve Bellovin, alumni dariDuke University dan University of North CarolinaAmerika Serikat. Setelah itu, penggunaan Usenet pun meningkat secara drastis.
Pada tahun ini pula, emoticon diusulkan oleh Kevin McKenzie.
Awal 1980-an
Komputer pribadi (PC) mewabah, dan menjadi bagian dari banyak hidup manusia.
Tahun ini tercatat ARPANET telah memiliki anggota hingga 213 host yang terhubung.
Layanan BITNET (Because It's Time Network) dimulai, dengan menyediakan layanan e-mail,mailing list, dan juga File Transfer Protocol (FTP).
CSNET (Computer Science Network) pun dibangun pada tahun ini oleh para ilmuwan dan pakar pada bidang ilmu komputer dari Purdue University,University of Washington, RAND Corporation, dan BBN, dengan dukungan dari National Science Foundation (NSF). Jaringan ini menyediakan layanan e-mail dan beberapa layanan lainnya kepada para ilmuwan tersebut tanpa harus mengakses ARPANET.
1982
Istilah "Internet" pertama kali digunakan, danTCP/IP diadopsi sebagai protokol universal untuk jaringan tersebut.
Name servermulai dikembangkan, sehingga mengizinkan para pengguna agar dapat terhubung kepada sebuah host tanpa harus mengetahui jalur pasti menujuhost tersebut.
Tahun ini tercatat ada lebih dari 1000 buah hostyang tergabung ke Internet.
1986
Diperkenalkan sistem nama domain, yang sekarang dikenal denganDNS (Domain Name System) yang berfungsi untuk menyeragamkan sistem pemberian nama alamat di jaringan komputer.

Kejadian Penting lainnya
Tahun 1971, Ray Tomlinson berhasil menyempurnakan program e-mail yang ia ciptakan setahun yang lalu untuk ARPANET. Program e-mail ini begitu mudah sehingga langsung menjadi populer. Pada tahun yang sama, ikon "@" juga diperkenalkan sebagai lambang penting yang menunjukkan “at” atau “pada”. Tahun 1973, jaringan komputer ARPANET mulai dikembangkan ke luar Amerika Serikat.

Komputer University College di London merupakan komputer pertama yang ada di luar Amerika yang menjadi anggota jaringan Arpanet. Pada tahun yang sama, dua orang ahli komputer yakni Vinton Cerf dan Bob Kahn mempresentasikan sebuah gagasan yang lebih besar, yang menjadi cikal bakal pemikiran internet. Ide ini dipresentasikan untuk pertama kalinya di Universitas Sussex.
Hari bersejarah berikutnya adalah tanggal 26 Maret 1976, ketika Ratu Inggris berhasil mengirimkan e-mail dari Royal Signals and Radar Establishment di Malvern. Setahun kemudian, sudah lebih dari 100 komputer yang bergabung di ARPANET membentuk sebuah jaringan atau network. Pada 1979, Tom Truscott, Jim Ellis dan Steve Bellovin, menciptakan newsgroups pertama yang diberi nama USENET. Tahun 1981 France Telecom menciptakan gebrakan dengan meluncurkan telpon televisi pertama, dimana orang bisa saling menelpon sambil berhubungan dengan video link.
Karena komputer yang membentuk jaringan semakin hari semakin banyak, maka dibutuhkan sebuah protokol resmi yang diakui oleh semua jaringan. Pada tahun 1982 dibentuk Transmission Control Protocol atau TCP dan Internet Protokol atau IP yang kita kenal semua. Sementara itu di Eropa muncul jaringan komputer tandingan yang dikenal dengan Eunet, yang menyediakan jasa jaringan komputer di negara-negara Belanda, Inggris, Denmark dan Swedia. Jaringan Eunet menyediakan jasa e-mail dan newsgroup USENET.

Untuk menyeragamkan alamat di jaringan komputer yang ada, maka pada tahun 1984 diperkenalkan sistem nama domain, yang kini kita kenal dengan DNS atau Domain Name System. Komputer yang tersambung dengan jaringan yang ada sudah melebihi 1000 komputer lebih. Pada 1987 jumlah komputer yang tersambung ke jaringan melonjak 10 kali lipat manjadi 10.000 lebih.
Tahun 1988, Jarko Oikarinen dari Finland menemukan dan sekaligus memperkenalkan IRC atau Internet Relay Chat. Setahun kemudian, jumlah komputer yang saling berhubungan kembali melonjak 10 kali lipat dalam setahun. Tak kurang dari 100.000 komputer kini membentuk sebuah jaringan. Tahun 1990 adalah tahun yang paling bersejarah, ketika Tim Berners Lee menemukan program editor dan browser yang bisa menjelajah antara satu komputer dengan komputer yang lainnya, yang membentuk jaringan itu. Program inilah yang disebut www, atau World Wide Web.
Tahun 1992, komputer yang saling tersambung membentuk jaringan sudah melampaui sejuta komputer, dan pada tahun yang sama muncul istilah surfing the internet. Tahun 1994, situs internet telah tumbuh menjadi 3000 alamat halaman, dan untuk pertama kalinya virtual-shopping atau e-retail muncul di internet. Dunia langsung berubah. Pada tahun yang sama Yahoo! didirikan, yang juga sekaligus kelahiranNetscape Navigator.

ya, itulah tadi sejarah Internet dan kejadian penting yang terjadi di Internet. Mohon maaf bila ada kesalahan kata dan kalimat. semoga kita bisa bertemu di Threads selanjutnya. Terimakasih
Wassalammualaikum Wr.Wb

Artikel yang lain:
- Serangan Umum 1 Maret 1949
- Berbagai Peristiwa Pemberontakan (Bag.I)
- Peristiwa Pemberontakan di Indonesia Bag. II

Thursday, 31 March 2016

Gerakan 30 September 1965/PKI (G30SPKI).

Assalammualaikum Wr.Wb
Selamat Malam
Saya akan membahas Gerakan 30 September 1965/PKI (G30SPKI).

-Gerakan 30 September 1965/PKI (G30SPKI)
Dimasa demokrasi terpimpin, PKI memperoleh kesempatan yang besar untuk meraih cita-citanya. PKI bercita-cita mengubah negara kesatuan yang berdasarkan Pancasila dengan negara yang berideologi komunis. D.N Aidit sebagai pimpinan PKI mendukung konsep demokrasi terpimpin yang berporoskan Nasionalis, Agama, dan Komunis (NASAKOM).

A. Tahap Persiapan.
PKI melakukan berbagai kegiatan untuk memperoleh simpati dan dukungan luas dari pemerintah dan masyarakat. Kegiatan yang dilakukan antara lain:
1. Mengirim Sukarelawan dalam konfrontasi dengan Malaysia.
2. Melakukan "Aksi Sepihak" tahun 1963, terutama di Jawa, Bali, dan Sumatera Utara dengan membagikan tanah kepada petani.
3. Melakukan demonstrasi, menuntut kenaikan upah di pabrik-pabrik, perusahaan, dan perkebunan.
4. Memberikan latihan politik dan militer kepada anggota pemuda rakyat dan gerwani. PKI akhirnya menuntut pemerintah agar membentuk angkatan ke-5 yang terdiri dari dari buruh, petani, dan nelayan yang dipersenjatai.
5. Menghancurkan lawan politiknya dengan jalan mendukung pemerintah untuk membubarkan Masyumi, Murba, Manikebu (Manifesto Kebudayaan)
6. Menyebakan isu tentang adanya Dewan Jendral dalam Angkatan Darat yang akan mengambil alih kekuasaan secara paksa dengan bantuan Amerika Serikat. Tuduhan ini dibantah oleh Angkatan Darat. Sebaliknya, Angkatan Darat menuduh PKI yang akan melakukan kudeta.

B. Tahap Pelaksanaan
Berita tentang semakin memburuknya kesehatan Presiden Soekarno menimbulkan ketegangan di kalangan pemimpin politik nasional. Ketegangan ini mencapai puncaknya pada pemberontakan tanggal 30 September 1965 terjadi penculikan dan pembunuhan terhadap para perwira Angkatan Darat yang dipimpin langsung oleh Letkol Untung (Komandan Batalyon I Cakrabirawa). Operasi itu dibantu oleh satu Batalyon dari Divisi Diponegoro, satu Batalyon dari Divisi Brawijaya dan orang sipil dari pemuda rakyat.

Para perwira tinggi yang diculik dan dibunuh adalah:
1, Letnan Jendral Ahmad Yani (Menteri/Panglima Angkatan Darat)
2. Mayor Jendral R.Suprapto (Deputi II Pangad)
3. Mayor Jendral S.Parman (Deputi III Pangad)
4. Brigadir Jendral D.I Panjaitan (Asisten IV Pangad)
5. Brigadir Jendral Sutoyo Siswomihardjo (Inspektur Kehakiman/ Oditur Jendral Angkatan Darat).

Jendral A.H Nasution  yang menjadi sasaran utama penculikan berhasil meloloskan diri. Akan tetapi, Ade Irma Suryani (Putrinya) tewas tertembak para penculik. Sementara itu Letnan Satu Piere A. Tendean (ajudan Jendral Nasution) menjadi sasaran penculikan. Aksi penculikan juga menewaskan Brigadir Polisi Karel Satsuit Tubun (pengawal rumah Wakil Perdana Menteri II Dr. J, Leimena). Rumah J Leimena berdampingan dengan Rumah A.H Nasution.

PKI Sudah menguasai Studio RRI Pusat dan gedung telekomunikasi. Melalui RRI, pada tanggal 1 Oktober 1965, Letkol Untung menyiarkan pengumuman tentang Gerakan 30 September yang ditunjukan kepada jendral- jendral anggota Dewan Jendral yang akan melakukan kudeta (perebutan kekuasaan). Presiden Soekarno berangakat menuju Bandara Halim Perdana Kusuma. Presiden Soekarno segera mengeluarkan perintah agar seluruh rakyat Indonesia tetap tenang dan meningkatkan kewaspadaaan serta memelihara kesatuan dan persatuan bangsa

Sementara itu di Yogyakarta, pemberontak G30S/PKI yang dipimpin Mayor Mulyono menculik Kolonel Katamso (Komandan Korem 072) dan Letkol Sugiyono (kepala Staf). Kedua perwira itu dibunuh di asrama Batalyon L di Desa Keuntungan (di luar kota Yogyakarta.

C. Menumpas Gerakan 30 September 1965/PKI
Operasi Penumpasan G 30S/PKI dilancarkan pada tanggal 1 Oktober 1965. Mayor Jendral Soeharto yang menjabat panglima Komando Strategis Angkatan darat (Kostrad) mengambil alih komando Angkatan Darat karena menteri panglima Angkatan Darat (Letjend Ahmad Yani) belum diketahui nasibnya.

Panglima Kostrad memimpin operasi penumpasan terhadap G30S/PKI dengan menghimpun pasukan lain, termasuk Divisi Siliwangi, Kavaleri, dan RPKAD (Resimen Para Komando Angkatan Darat) di bawah pimpinan Kolonel Sarwo Edhi Wibowo. Studio RRI Pusat, gedung besar telekomunikasi dapat direbut kembali. Operasi diarahkan ke Halim Perdana Kusuma. Halim Perdana Kusuma dapat dikuasai pasukan yang dipimpin oleh Kolonel Sarwo Edhi Wibowo pada tanggal 2 Oktober 1965. Karena tidak ada dukungan dari masyarakat dan angggota angkatan bersenjata lainnya, para pemimpin dan tokoh pendukung G30S/PKI termasuk pemimpin D.N Aidit melarikan diri.

Atas petunjuk Sukitman (seorang polisi), diktahui bahwa perwira-perwira Angkatan Darat yang diculik dan dibunuh telah dikuburkan/ditanam di Lubang Buaya. Pada Tanggal 3 Oktober 1965, ditemukan mukan tempat kuburan para jendral itu. Pengambilan jenazah dilakukan pada tanggal 4 Oktober 1965 oleh RKPAD dan Marinir/

Seluruh Jendral korban G30S/PKI dibawa ke Rumah sakit Pusat Angkatan Darat  Gatot Subroto untuk dibersihkan dan disemayamkan di Markas Besar Angkatan Darat. Keesokan harinya bertepatan dengan hari ulang tahun ABRI, 5 Oktober 1965 para jenazah dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata. Mereka diberi gelar pahlawan Revolusi.

Untuk mengikis habis sisa-sisa G30S/PKI dilakukan operasi-operasi penumpasan, Yakni:
1. Operasi Merapi di Jawa Tengah dilakukan RPKAD dipimpin oleh Kolonel Sarwo Edhi Wibowo
2. Operasi Trisula di Blitar Selatan dilakukan Kodam VIII/Brawijaya yang dipimpin oleh Mayjen M.Yasin dan Kolonel Witarmin
3. Operasi Kikis di perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Dengan adanya operasi-operasi diatas, para pemimpin/tokoh-tokh PKI dapat ditangkap sekaligus ditembak mati. Operasi penumpasan itu mengakibatkan kekuatan PKI dapat dilumpuhkan.

Dalam rangka menyelesaikan Gerakan 30 September, pada tanggal 6 Oktober 1965 Presiden Soekarno mengadakan sidang paripurna Kabinet Dwikora. Dalam sidang tersebut Presiden Soekarno menyatakan sikapnya demikian:
"Presiden/Panglima Tertinggi ABRI/Pemimpin Besar Revolusi, Bung Karno menandaskan bahwa mengutuk pembunuh-pembunuh  buas yang dilakukan oleh petualang-petualang kontra revolusi dari apa yang menanamkan Dewan Revolusi. Hanya saya yang bisa mendemisioner kabinet dan bukan orang lain".

D. Kesatuan aksi dalam menumbangkan Orde Lama.

Aksi yang dilakukan oleh Gerakan 30 September segera mendapat perlawanan dan reaksi keras dari masyarakat yang menemukan bukti keterlibatan PKI dalam gerakan tersebut.

Akhir Oktober 1965, Persatuan aksi yang di bentuk para Mahasiswa, Pelajar dan berbagai organisasi lainnya menuntut pemerintah untuk membubarkan PKI dan Organisasi pendukungnya. Pemerintah tidak segera menanggapi tuntutan masyarakat dan Nasakom tetap dijadikan prinsip kegiatan politik nasional.

Kesatuan aksi pada tanggal 26 Oktober 1965 membentu satu Front, yaitu "Front Pancasila". Gelombang demonstrasi menuntut dibubarkannya PKI di berbagai daerah, Hal itu menjurus ke arah konflik politik yang mengakibatkan korban jiwa yang besar didalam masyarakat, terutama di Jawa, Bali dan Sumatera Utara.

Pada tanggal 10 Januari 1966, kesatuan aksi yang tergabung dalam "Front Pancasila" melakukan demonstrasi di muka gedung DPR-GR. Mereka mengajukan tiga tuntutan hati nurani rakyat yang dikenal dengan nama "Tritura" (Tiga Tuntutan Rakyat). Isi Tritura adalah:
1. Bubarkan PKI
2. Bersihkan Kabinet dari unsur-unsur G30S/PKI
3. Turunkan Harga Barang

Aksi Menetang PKI ditunjukan saat pelantikan anggota kabinet Dwikora yang disempurnakan pada tanggal 24 Februari 1966. Para demonstran menggelar aksi untuk menggagalkan persemian kabinet. Dalam bentrokan di depan Istana Merdeka, seorang mahasiswa yang bernama Arief Rachman Hakim gugur terkena tembakan resimen Cakrabirawa. Pada tanggal 25 Maret 1966, Presiden Soekarno membubarkan Kesatuan Aksi Mahasiswa Indonesia (KAMI)

Selesai Peristiwa G30S/PKI. Semoga kita bisa bertemu di Threads selanjutnya. Saya Mohon Maaf bila ada kesalahan pengetikan kata dan kalimat. Terimakasih

Wassalammualaikum, Wr.Wb

Artikel yang lain :
- peristiwa pemberontakan di indonesia (Bag.II)
- Serangan Umum 1 Maret 1949

Peristiwa Pemberontakan di Indonesia Bag. II

Assalammualaikum, Wr. Wb
Selamat Siang
Saya akan melanjutkan Threads yang lalu tentang Pemberontakan di Indonesia

- Pemberontakan DI/TII di Jawa Tengah
seperti di Jawa Barat, unsur-unsur pemberontakan DI/TII di Jawa Tengah sudah mulai ada sejak masa perang kemerdekaan. Di jawa tengah, pemberontakan DI/TII terjadi di berbagai daerah

Pada mulanya pemberontakan DI/TII di Jawa tengah di pimpin oleh Amir Fatah. Gerakan Amir Fatah yang menamakan diri Majelis Islam bergerak di daerah Brebes, Tegal, dan Pekalongan. Setelah bergabung dengan Kartosuwiryo, Amir Fatah diangkat sebagai Komandan Pertempuran Jawa Tengah.

Sementara itu, di daerah Kebumen terjadi pemberontakan yang digerakan Angkatan Umat Islam yang dipimpin oleh Moh. Mahfudz Abdul Rachman (Kyai Somolangu). Pemberontakan ini dapat ditumpas dalam waktu tiga bulan. Sisa-sisa laskar yang lolos bergabung dengan DI/TII Kartosuwiryo.

Pada Mulanya gerakan DI/TII di Jawa Tengah sudah mulai terdesak oleh TNI. Akan tetapi, pada bulan Desember 1951 mereka menjadi kuat kembali karena mendapat bantuan dari Batalyon 426. Batalyon 426 di daerah Kudus dan Magelang memberontak dan menggabungkan diri dengan DI/TII. Kekuatan batalyon pemberontak ini dapat dihancurkan. Sisa-sisanya lari ke Jawa Barat bergabung dengan DI/TII Katosuwiryo.

Sementara itu, di daerah Merapi dan Merbabu terjadi kerusuhan yang dilakukan gerakan Merapi Merbabu Complex (MMC). Gerakan ini dapat dihancurkan TNI pada bulan April 1952. Sisa - Sisanya menggabungkan diri dengan DI/TII. Kekuatan DI/TII di daerah Jawa Tengah yang semula dapat di patahkan justru menjadi kuat kembali karena bergabungnya sisa - sisa Batalyon 426.

Untuk mengatasi pemberontakan itu, segera dibentukan pasukan Banteng Raiders. Pasukan itu kemudian mengadakan operasi kilat yang dinamakan Gerakan Banteng Negara (GBN). Pada tahun 1954, gerakan DI/TII di Jawa Tengah dapat dihancurkan setelah pusat kekuatan gerakan DI/TII di perbatasan Pekalongan-Banyumas Dihancurkan.

-Pemberontakan DI/TII di Kalimantan Selatan.
Pemberontakan DI/TII di Kalimantan Selatan dikobarkan oleh Ibnu Hadjar, seorang bekas Letnan Dua TNI. Ia Memberontak dan menyatakan gerakannya sebagai bagian DI/TII Kartosuwiryo. Dengan pasukan yang dinamakannya Kesatuan Rakyat yang Tertindas, Ibnu Hadjar menyerang pos-pos kesatuan tentara di Kalimantan Selatan  dan melakukan tindakan pengacauan pada bulan Oktober 1950.

Pemerintah memberi kesempatan kepada Ibnu Hadjar untuk menghentikan pemberontakannya secara baik-baik. Ia pernah menyerahkan diri dengan pasukannya, Ia diterima kembali ke dalam Angkatan Perang Republik Indonesia. Namun ia melarikan diri dan melanjutkan pemberontakan. Pemerintah RI akhirnya mengambil tindakan tegas. Pada akhir tahun1959, pasukan gerombolan Ibnu Hadjar dapat dimusnahkan. Ibnu Hadjar sendiri ditangkap.

-Pemberontakan DI/TII di Aceh.
Pemberontakan DI/TII di aceh dipimpin oleh Tengku Daud Beureueh. Pemberontakan meletus karena kekhawatiran akan kehilangan kedudukana dan perasaan kecewa diturunkannya kedudukan Aceh dari daerahn istimewa menjadi karesidenan di bawah Provinsi Sumatra Utara.

Semula Tengku Daud Beureueh adalah Guberur Militer daerah istimewa aceh. Ketika pada tahun 1950, kedudukan aceh diturunkan dari pronvinsi menjadi Karesidenan, Daud Beureuh tidak puas karena jabatanya diturunkan. Pada tanggal 20 September 1953. Daud Beureuh mengeluarkan maklumat yang menyatakan bahwa Aceh merupakan negara bagian NII di bawah Kartosuwiryo. Setelah itu, Tengku Daud Beureuh Mengadakan gerakan dan mempengaruhi rakyat melalui propaganda bernada negatif terhadap pemerintah RI.

Untuk menghadapi gerakan itu, Pemerintah RI mengirim pasukan yang dilengkapi persenjataan lengkap. Setelah beberapa tahun dikepung, baru pada tanggal 21 Desember 1962 tercapailah Musyawarah Kerukunan Rakyat Aceh. Banyak dari gerombolan itu yang kembali ke pengakuan RI. Dengan demikian, pemberontakan DI/TII di Aceh dapat diselesaikan dengan cara damai. pemimpin dari gerakan ini pun setuju untuk kembali ke pengakuan RI. prakarsa penyelesaian Aceh tersebut dipimpin oleh Kolonel M. Jasin, Panglima Kodam I Iskandar Muda.

-Pemberontakan DI/TII di Sulawesi Selatan
Pemberontakan DI/TII di Sulawesi Selatan di pimpin oleh Kahar Muzakar. Kahar Muzakar adalah seorang pejuang kemerdekaan yang selama perang Kemerdekaan ikut berjuang di Pulau Jawa. Setelah Proklamasi kemerdekaan Kahar Muzakar kembali ke Sulawesi Selatan. Ia berhasil menghimpun dan memimpin laskar-laskar geriliya di Sulawesi Selatan. Laskar- laskar itu bergabung dalam Komando Gerliya Sulawesi Selatan (KGSS).

Pada Tanggal 30 April 1950, Kahar Muzakar mengirim surat kepada pemerintah dan pimpinan APRIS. Ia meminta agar semua Anggota KGSS dimasukkan dalam APRIS dengan nama Brigade Hasannudin. Permintaan itu ditolak karena hanya mereka yang lulus dalam penyaringan saja yang dapat diterima dalam APRIS. Pemerintah mengambil kebijaksanaan untuk menyalurkan bekas gerilyawan  ke dalam Korps Cadangan Nasional. Kahar Muzakar sendiri diberi pangkat Letnan Kolonel.

Pendekatan-pendekatan yang dilakukan pemerintah tampaknya akan membawa hasil. Akann tetapi, pada saat akan dilantik, Kahar Muzakar bersama anak buahnya melarikan diri ke hutan dengan mebawa berbagai peralatan yang diberikan. Peristiwa itu terjadi pada tanggal 17 Agustus 1951. Pada bulan Januari 1952, Kahar Muzakar menyatakan daerah Sulawesi Selatan sebagai bagian dari NEgara Islam Indonesia di bawah Pimpinan Kartosuwiryo.

Pemerintah memutuskan untuk mengambil tindakan tegas dan mulai melancarkan Operasi Militer. Operasi Penumpasan pemberontakan Kahar Muzakar memakan waktu yang lama. Pada Bulan Februari 1965, Kahar Muzakar tewas dalam suatu penyerbuan, Bulan Juli 1965, Gerungan (orang kedua setelah Kahar Muzakar) dapat ditangkap. Dengan demikian, berakhirlah pemberontakan DI/TII

Sekian dulu Threads dari saya, Mohon Maaf bila ada kesalahan penulisan. Semoga saya bisa melanjutkan Threads Berikutnya yang membahas G30S PKI. Terimakasih.

Wassalammualaikum, Wr.Wb